MUSRENBANG, PEMKAB PEKALONGAN AKAN MENJALANKAN PROGRAM-PROGRAM PRIORITAS 5 TAHUN KEDEPAN

JDIH Kabupaten Pekalongan | 2021-09-23 07:56:43 hits : 140

KAJEN – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menggelar acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) pada hari ini, Rabu (22/9/2021) dalam rangka merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan tahunan Kabupaten Pekalongan, sebagai acuan resmi dalam penyusunan RKPD dan Renstra Perangkat Daerah untuk lima tahun kedepan.

Musrenbang tersebut dilaksankan di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan yang dihadiri secara langsung oleh Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E., M.M., Wakil Bupati Pekalongan H. Riswadi, S.H., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Dra. Hj. Hindun, MH., Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria, Dandim 0710 Pekalongan Letkol CZI Hamonangan Lumban Toruan, PJ Sekda Kabupaten Pekalongan Budi Santosa dan para kepala OPD. Serta diikuti juga oleh seluruh forkopimcam dan perangkat desa di Kabupaten Pekalongan, dan juga seluruh elemen masyarakat secara virtual.

Pada acara tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq dalam sambutannya menyampaikan bahwa hal penting yang harus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan yaitu menjalankan program-program prioritas mengingat kondisi keuangan negara apalagi daerah saat ini yang masih memprihatinkan.

Untuk itu, Fadia berharap para OPD dapat merancang program-program yang sangat bermanfaat dan implementatif bagi masyarakat, serta sejalan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan yaitu mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera, adil, merata dan berbudaya gotong-royong.

‘’Dalam musrenbang yang sangat saya perlukan yaitu masukan dari seluruh tokoh masyarakat, karena ini adalah untuk kepentingan kita semua dan yang merasakan ya kita semua, untuk membangun Kabupaten Pekalongan. Karena untuk membangun Kabupaten Pekalongan tidak hanya pemerintah saja melainkan seluruh elemen masyarakat juga harus ikut berpartisipasi,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Menurut Fadia, program prioritas yang harus ditekankan dalam RPJMD Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan adalah hal-hal yang krusial bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi dan infrastruktur.

‘’Kami menitikberatkan program-program itu, bukan berarti kita mengesampingkan program lain. Melainkan saat ini di masa pandemi Covid-19 kita memang harus benar-benar memfokuskan program-program yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,’’ jelasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar, M.Si mengatakan dalam sambutannya, bahwa maksud dan tujuan kegiatan Musrenbang hari ini adalah untuk memperoleh masukan dan saran dari seluruh stakeholder dalam rangka penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 yang berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Keuangan Nasional, Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penyusunan Perencanaan Keuangan Daerah, hingga Perda Kabupaten Pekalongan Nomor 13 Tahun 2018 Tentang Perencanaan Keuangan Daerah.

‘’RPJMD akan menjadi pedoman terhadap penyusunan RKPD dan Renstra masing-masing OPD. Untuk itu, output yang diharapkan pada kegiatan hari ini adalah penyempuraan rancangan RPJMD Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 juga sebagai wadah untuk sharing segenap stekeholder,’’ kata M. Yulian Akbar.

Dalam kesempatan tersebut, M. Yulian Akbar juga memaparkan kondisi Kabupaten Pekalongan dari segi ekonomi, yang menurutnya sektor ekonomi lah yang terhantam sangat keras dengan adanya pandemi Covid-19.

Menurutnya, untuk Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pekalongan mengalami penurunan yang sangat drastis dibandingkan pada tahun 2019 sebelum pandemi Covid-19. Dimana pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan saat ini tembus angka minus yaitu -1,89 persen. Artinya tidak terjadi pertumbuhan.

Sedangkan untuk Kemiskinan sendiri, lanjut Yulian, Kabupaten Pekalongan mengalami kenaikan jumlah warga miskin yaitu di angka 10,19 persen. ‘’Semula kita sudah single digit tetapi setelah ada Covid-19 kita naik. Angka ini masih di bawah capaian provinsi,’’ ungkapnya.

Sementara itu, menurut Yulian, yang harus juga menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Pekalongan yang mengalami penurunan. Dan di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Pekalongan masuk dalam tiga wilayah yang mengalami penurunan IPM cukup drastis.

‘’ Ini perlu mendapat perhatian karena kita merupakan kabupaten di Jawa Tengah yang IPM nya mengalami penurunan,’’ ujarnya.

Menutup sambutannya dalam Musrenbang tersebut, M. Yulian Akbar menyampaikan bahwa ada lima Isu Strategis Kabupaten Pekalongan tahun 2021-2026 yang sudah diterjemahkan dari visi misi Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan. ‘’Kerukunan hidup antar umat beragama, Membangun birokrasi yang bersih, Meningkatkan kualitas daya saing, Infrastruktur dan Pemerataan Pembangunan di daerah Kabupaten Pekalongan. Itulah lima issue strategis Kabupaten Pekalongan untuk lima tahun kedepan,’’ pungkasnya. (Lus-Kominfo)

Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Kabupaten Pekalongan
Jl. Alun Alun Utara No.1, Nyamok, Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah, 51161, Indonesia
© Copyright 2016 JDIH Kabupaten Pekalongan